Rabu, 19 Maret 2014

makala auditing siklus personalia dan penggajian

makala auditing siklus personalia dan penggajian

 

                                                              BAB 1  
                                                   PENDAHULUAN



   A.    Latar Belakang
Pengujian pengendalian merupakan pengujian yang dilaksanakan terhadap rancangan pelaksanaan suatu kebijakan atau prosedur struktur pengendalian internal. Pengujian pengendalian ini, dilaksanakan auditor untuk menilai efektifitas kebijakan atau prosedur pengendalian untuk mendeteksi dan mencegah salah saji  materil dalam suatu asersi laporan keuangan.
Dalam perusahaan menufaktur, pembayaran kepada karyawan biasanya dibagi menjadi dua golongan: gaji dan upah. Gaji umunya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan manajer, sedangkan upah umunya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh keryawan pelaksana (buruh). Umunya gaji dibayarkan secara tetap per bulan, sedangkan upah dibayarkan berdasarkan pada hari kerja, jam kerja, atau jumlah satuan produk yang dihasilkan oleh karyawan.
Dalam makalah ini diuraikan pengujian pengendalian terhadap siklus jasa personel. Siklus ini terdiri dari dua system informasi akuntansi: sistem informasi  akuntansi penggakian dan system informasi akuntansi pengupahan. System informasi akuntansi penggajian digunakan untuk melaksanakan perhitungan, pembayaran, dan pencatatan gaji bagi karyawam yang dibayar tetap bulanan.

B.   Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode kepustakaan. Metode ini menggunakan cara dengan mencari informasi dari buku-buku, berkas-berkas laporan yang berkaitan dengan judul yang diangkat sebagai referensi. Buku-buku tersebut diambil dari berbagai sumber, baik dari luar maupun dari dalam perpustakaan.
   

                                                               BAB II
                                                     PEMBAHASAN
1.  Tujuan Audit Terhadap Siklus Jasa Personel dan penggajian
Siklus personalia suatu perusahaan meliputi kejadian-kejadian dan kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan pemberian kompensasi kepada pimpinan dan pegawai perusahaan. Jenis-jenis kompensasi ini meliputi gaji, upah per jam, dan insetif, komisi, bonus, opsi saham, dan tunjangan karyawan. Siklus personalia berkaitan dengan dua siklus lain. Pembayaran kompensasi kepada karyawan dan pembayaran pajak penghasilan karyawan yang dipotong perusahaan dari penghasilan karyawan berhubungan dengan transaksi pengeluaran kas dalam siklus pengeluaran. Kemudian, pendistribusian biaya tenaga kerja pabrik ke barang dalam proses berkaitan dengan siklus produksi.

Menggunakan Pemahaman tentang Bisnis dan Industri untuk Mengembangkan Strategi Audit. Sebelum melanjutkan audit atas jasa personalia, adalah penting bagi auditor untuk memahami:

a)      Pentingnya jasa personalia bagi keseluruhan entitas.
b)      Sifat kompensasi, karena kompensasi per jam memerlukan sistem pengendalian yang berbeda dengan kompensasi gaji.
c)      Pentingnya berbagai paket kompensasi seperti bonus, opsi saham dan hak apresiasi saham, serta penggajian pensiun.









Tujuan khusus audit untuk siklus personalia adalah sebagai berikut :

Asersi
Tujuan Audit Kelompok Transaksi
Tujuan Audit Saldo Rekening
Keberadaan atau   keterjadian
Biaya gaji dan upah serta biaya PPh karyawan dalam pembukuan berkaitan dengan kompensasi atas jasa yang diberikan selama periode yang diaudit
Saldo utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan mencerminkan jumlah yang terutang per tanggal neraca
Kelengkapan
Semua biaya gaji dan upah serta biaya PPh karyawan mencakup semua biaya yang terjadi untuk jasa personalia selama periode yang diaudit
Utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan mencakup semua utang kepada karyawan dan utang kepada Negara per tanggal neraca
Hak dan Kewajiban

Utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan adalah kewajiban perusahaan klien
Penilaian atau Pengalokasian
Biaya gaji dan upah serta biaya PPh karyawa telah dihitung dengan teliti dan telah dicatat
Utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan telah dihitung dengan teliti dan telah dicatat.Distribusi biaya tenaga kerja pabrik telah dihitung dan dicatat dengan benar
Penyajian dan Pengungkapan
Biaya gaji dan upah serta biaya PPh karyawan telah diidentifikasi dan dikelompokkan dengan benar dalam laporan rugi-laba
Utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan telah diidentifikasi dengan benar dalam neraca.Laporan keuangan telah memuat pengungkapan yang tepat tentang program pension dan program benefit lainnya



2. Fungsi-fungsi , dokumen dan catatan terkait dalam siklus Jasa Personel dan siklus penggajian
Fungsi personalia melibatkan aktivitas bagian-bagian lain yang berkaitan dengan pemberian kompensasi kepada sesorang karyawan perusahaan. Kerjasama diantara berbagai bagian tersebut menunjukkan fungsi tertentu yang antara lain :
a.   Hiring Employees
Fungsi ini berkaitan dengan proses penempatan karyawan pada suatu unit kerja
b.  Authorizing Payroll Changes
Adalah fungsi personalia yang berkaitan dengan penetapan struktur gaji atau upah seseorang beserta perubahannya dalam sistem penggajian perusahaan.
c.   Preparing Attendance dan Time Keeping Data
Adalah fungsi personalia yang berkaitan dengan pencatatan kehadiran seseorang dalam kantor atau pabrik dan pencatatan aktifitas seseorang di unit kerja masingmasing
d.  Preparing the Payroll
Adalah fungsi personalia yng berkaitan dengan penyiapan daftar gaji seluruh karyawan
e.  Recording the Payroll
Adalah fungsi akuntansi yang berkaitan dengan pencatatan semua transaksi penggaj ian
f.   Paying the Payroll
Adalah fungsi berkaitan dengan pembayaran gaji kepada setiap individu karyawan
g.  Filling Payroll Tax Return
Adalah fungsi ini berkaitan dengan penanganan pembayaran pajak untuk setiap individu karyawan
            Berbagai dokumen dan catatan merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung arus pencatatan yang digunakan dalam siklus penggajian diantaranya sebagai berikut :
Catatan kepegawaian (personnel record) adalah catatan yang berisi seperti tanggal bekerja, penyelidikan pegawai, tariff pembayaran, pengurangan yang diotorisasi, penilaian kinerja dan pemutusan hubungan kerja pegawai.
Formulir otorisasi pengurangan (deduction authorization form ) adalah formulir otorisasi pengurangan gaji, mencakup jumlah yang bebas pemotongan pajak, ASTEK, pension dan asuransi.
Formulir otorisasi tarif (rate authorization form ) adalah formulir yang memberikan otorisasi tariff gaji. Sumber informasinya adalah perjanjian kerja, otorisasi oleh manajemen, ayau, dalam kasus pejabat perusahaan, otorisasi dari dewan direksi dan komisaris.
Kartu absen (time card) adalah dokumen yang menunjukkan jam  berapa seorang pegawai mulai bekerja dan jam berapa selesainya serta jumla jam kerja setiap hari.
Kartu waktu waktu (job time ticket) adalah dokumen yang memperlihatkan masing-masing jenis pekerjaan yang dilakukan oleh seorang karyawan, selama statu periode wapekerjaan khusus yang dilakukan pekerja pabrik untuk waktu ktu tertentu. Formular ini hanya digunakan jira seorang karyawan mengerjakan beberapa jenis pekerjaan berbeda atau bekerja pada berbagai bagian..
Laporan ikhtisar penggajian (summary payroll report) adalah dokumen yang dihasilkan computer yang mengikhtisarkan penggajian untuk satu periode dalam berbagai bentuk. Salah satu ikhtisar adalah total yang didebit ke masing-masing akun buku besar untuk pembebanan penggajian.
Jurnal penggajian (payroll journal) adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat cek gaji. Buku ini biasanya menunjukkan gaji kotor, pemotongan, dan penerimaan bersih. Rincian dalam jurnal terdapat dalam berkas induk gaji.
Distribusi upah adalah suatu catatan yang meringkaskan perkiraan-perkiraan dalam buku besar yang harus didebit atas pembebanan upah. Jumlah total dalam distribusi upah sama dengan upah kotor yang dibayar dan yang dicatat dalam Jurnal penggajian
Berkas induk penggajian (payroll master file) adalah berkas yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi penggajian untuk masing-masing pegawai pengelolaan total gaji pegawai yang dibayarkan selama setahun sampai tanggal terakhir.
Cek gaji (payroll check) adalah cek yang diberikan kepada pegawai atas jasa yang telah diberikan. Jumlah cek adalah gaji kotor dikurangi pajak dan potongan lain
Catatan penghasilan adalah suatu catatan yang dibuat untuk setiap karyawan yang menunjukkan gaji koto untuk setipa periode pembayaran, pengurangan-pengurangan atas gaji kotor,gaji bersih,nomor dan tanggal cek.
Surat pemberitahuan pajak adalah formulir yang dikirimkan ke Kantor Pelayanan Pajak untuk melaporkan jumlah pajak penghasilan pegawai yang telah dipotong selama setahun. Jumlah yang telah dibayarkan, serta jumlah yang kurang atau masih harus dibayar. Informasi dalam SPT diambil dari berkas induk penggajian dan biasanya disiapkan dengan menggunakan computer. Formulir ini lazim disebut sebagai SPT PPh 21.
3. Materialitas, Resiko Inherent dan Prosedur Analilitis
         Materialitas , walaupun saldo beban ataupun hutang terkait gaji dan upah bagi eksekutif/karyawan tidak sesignifikan saldo piutang, namun pengungkapan yang berkaitan dengan beban/hutang gaji dan upah merupakan pengungkapan yang material
         Resiko Inherent, periode pembayaran bisa ditetapkan secara mingguan, dua bulanan atau dua bulanan. Dalam setiap kasus, volume transaksi gaji dan upah mungkin tinggi.  Program tunjangan perusahaan dapat melibatkan opsi saham, hak apresias saham atau program pensiun yang menyangkut baik masalah pengukuran maupun pengungkapan yang signifikan.
         Prosedur Analitis, prosedur analitis berguna dalam mengindentifikasi potensi  kecurangan seperti apabila gaji dan upah kotor per karyawan melebihi ekspektasi auditor. Jenis prosedur ini dianggap paling efektif jikan audior bisa menggunakan perangkat lunak audit yang umum, memilah karyawan menuruit kategori dan kemudian mengevaluasi rata-rata pembayaran menurut kategori karyawan itu.
4.  Pengujian Pengendalian Intern
Pembahasan ini ditekankan pada penerapan pengendalian intern untuk mencegah kesalahan dalam penyediaan data dan untuk mengamankan harta perusahaan .

              Personalia dan pengikatan kerja
Bagian kepegawaian menyediakan sumber yang independen untuk wawancara dan perekrutan pegawai yang cakap. Bagian ini juga merupakan sumber catatan yang independen untuk verifikasai intern atas informasi upah.
Pengendalian intern meliputi metode formal untuk memberikan informasi mengenai pegawai-pegawai baru kepada pegawai pencatat waktu dan petugas penyiap gaji, otorisasi tarif gaji/upah awal maupun perubahan-perubahan periodiknya, dan tanggal seorang pegawai berhenti bekerja pada perusahaan. Pengendalian penting yang kedua adalah penyelidikan yang seksama terhadap kemampuan dan kejujuran pegawai baru.
2.   Pencatatan waktu dan penyiapan gaji
Fungsi ini amat penting dalam audit terhadap penggajian, karena langsung mempengaruhi beban gaji untuk periode berjalan. Pengendalian-pengendalian dalam fungsi pencatatan waktu dan penyiapan gaji adalah:
a.       Memastikan bahwa pegawai dibayar berdasar lamanya waktu bekerja serta mencegah pegawai melakukan absensi utk beberapa orang pegawai atau menyerahkan kartu waktu yang fiktif
b.      Harus ada petugas independen untuk menghitung kembali jam kerja sebenarnya, mengkaji ulang apakah lembur telah disetujui,meneliti kartu waktu serta memeriksa kembali tarif maupun perhitungan gaji.
c.       Mencegah pegawai yang bertugas membuat cek juga bertanggung jawab menndatangani dan membagikan cek. Selain itu cek harus dicatat dalam Jurnal penggajian.
d.      Upah langsung utk pekerja pabrik harus didistribusikan ke dalam klasifikasi perkiraan yang benar.
3. Pembayaran Gaji
     Pengendalian dalam fungsi ini meliputi sebagi berikut :
a. Penandatangan dan pembagian cek harus ditangani dengan baik untuk mencegah adanya kecurangan
b.   Pengembalian cek yang tidak diambil untuk disetorkan kembali.
c.   Dengan menggunakan rekening gaji impres(imprest payroll account)
4.   Pengisian formulir pajak dan pembayaran pajak
      Pengisian  formulir SPT secara hati-hai dan tepat waktu adalah penting untuk menghindari sanksi-sanksi maupun tuntutan terhadap perusahaan. Disamping itu perlu adanya verifikasi secara independen oleh pegawai yang kompeten.

FUNGSI BISNIS DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA SERTA DOKUMEN DAN CATATAN TERKAIT
Siklus penggajian dan personalia dimulai dengan merekrut karyawan dan diakhiri dengan membayar karyawan tersebut atas jasa yang mereka laksanakan dan pemotongan pajak oleh pemerintah serta institusi lain dan pajak gaji serta manfaat akrual. Jadi, siklus tersebut melibatkan perolehan jasa dari karyawan yang konsisten dengan tujuan perusahaan, dan akuntansi yang tepat untuk jasa tersebut.
Departemen sumber daya manusian menyediakan sumber yang independen untuk mewawancarai dan merekrut personel yang memenuhi kualifikasi. Departemen tersebut juga merupakan sumber catatan yang independen bagi verifikasi internal atas informasi upah. Termasuk penambahan dan penghapusan gajiserta perubahan upah dan pengurangan.
Catatan personalia(personel records) meliputi data seperti tanggal mulai bekerja, investigasi personil, tingkat pembayaran, pengurangan yang diotorisasi, evaluasi kinerja dan tanggal berhenti bekerja.
Formulir otorisasi pengurangan. Formulir ini digunakan untuk mengotorisasi  pengurangan gaji, termasuk jumblah pembebasan untuk pemotongan pajak pengasilan, 401(K) dan program tabungan pension lainnya, obligasi tabungan A.S. serta iuran serikat pekerja.
Formulir otorisasi tingkat pembayaran.formulir ini digunakan untk mengotorisasi tingkat pembayaran. Sumber informasinya adalah kontrak tenaga kerja, otorisasi oleh manajemen, atau dlam kasus pejabat perusahaan, otorisasi dari dewan direksi.
Pencatatan waktu (timekeeping) dan persiapan penggajian merupakan hal yang penting dalam audit penggajian karena mempengaruhi secara langsung beban peggajian dalam setiap periode. Untuk mencegah salah saji dalam epat aktivitas berikut diperlukan pengendalian yang memadai :
  • Penyiapan kartu waktu oleh karyawan
  • Pengikhtisaran dan penghitungan pembayaran kotor, pengurangan dan pembayaran bersih
  • Penyiapan cek gaji
  • Penyiapan catatan gaji
Kartu waktu (time card). Adalah dokumen yang mengidentifikasi waktu per jam karyawan mulai dan berhenti bekerja setiap hari serta jumlah jam kerja karyawa. Kartu waktu ini dapat berupa formulir kertas atau electronic, dan dapat disiapkan secara otomatis oleh jam waktu atau pembaca kartu identifikasi. Kartu waktu ini biasanya diserahkan setiap minggu.
Karyawan yang menerima gaji tetap atau pembebasan biasanya tidak mengisi kartu waktu. Mereka hanya diharuskan mengisi laporan waktu untuk mengklaim upah lembur, cutih libur atau sakit.
Tiket waktu pekerjaan. Tiket waktu pekerjan adalah formulir yang menunjukkan pekerjaan mana yang dikerjakan karyawan selama periode waktu tertentu. Formulir ini hanya digunakan oleh seorang karyawanmelakukan pekerjaan berbeda atau bekerja dalam departemen yang berbeda. Tiket waktu pekerjan seringkali diakukan secra electronic dengan system pelaporan waktu dan beban
File transaksi penggajian. File yang dibuat oleh computer ini mencantumkan semua transaksi penggajian yang diproses aoleh system akuntansi selama satu periode, seperti satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun. File tersebut berisi semua informasi yang dimasukkankedalam system dan informasi tentang setiap transaksi seperti nama karyawan, dan nomer identifikasi, tanggal, pembayaran kotor dan bersih, berbagai jumlah pemotongan pajak dan klasifikasi akun atau klasifikasi. Tergantung pada kebutuhan perusahaan, informasi mengenai penggajian digunakan untuk berbagai catatan, daftar dan laporan, seperti jurnal penggajian file induk penggajian, dan rekonsiliasi bank penggajian.
Jurnal atau data penggajian. Laporan inidibuat dari file transaksi penggajian dan umumnya mencantumkan nama karyawan, jumlah penggajian kotor dan bersih, jumlsh pemotongan, serta klasifikasi akun atau klasifikasi transaksi. Transaksi yang sama dimasukkan kedalam jurnal atau daftar juga diposting secara simultan kebuku besar umum dank e file besar induk penggajian.
File induk penggajian (payroll master file).adalah file computer yang digunakan untuk mencatat transaksi penggajian bagisetiap karyawan dan mempertahankan total upah karyawan yang dibayar selama tahun tersebut hingga tanggal saat ini. Catatansetiap karyawan mencantumkan pembayaran kotor selama setiap periode penggajian, pengurangan dari pembayaran kotor, pembayaran bersih, nomer cek, dan tanggal. File induk ini diperbaharui dari file transaksi peggajian. Total penghasilan setiap karyawan dalam file induk sama dengan saldo penggajian kotor dalam berbagai akun buku besar umum
Cek gaji. Cek gaji ditulis untuk selanjutnya diserahkan kepada karyawan sebagai pertukaran atas jasa yang dilakasanakannya. Jumlah cek tersebut merupakan pembayaran kotor dikurangi pajak dan potongan lainnya. Cek itu disimpan sebagai bagian dari fungsi penyiapan penggajian, tetapi tanda tangan yang diotorisasi telahmembuat cek tersebut sebagai aktiva. Setelah cek gaji dicairkanoleh karyawan, cek yang dibatalkan lalu dikembalikan keperusahaan dari bank. Cek gaji seringkali disetorkan secara langsung dari rekening bank setiap karyawan.
Rekonsiliasi rekening bank penggajian. Rekonsiliasi bank independen merupakan hal yang penting bagi semua akun kas, termasuk penggajian, untuk menemukan kesalahan dan kecurangan. Akun oenggajian impress (imprest payroll account) adalah akun penggajian terpisah dimana saldo bernilai kecil dipertahankan. Jimlah setiap gaji bersih yang ditransfer berdasarkan cek atau transferdna elektronik dari akun umum kevakun impress segera sebelum distribusi penggajian.
Formulir W-2 adalah formulir yang dikirim kesetiap karyawan untuk mengikhtisarkan setiap menghasilan karyawan slama tahun kalender, termasuk pembayaran kotor, dan potongan FICA (jaminan sosial).  Informasi yang sama juga diserahkan kepada internal revenue service dan komisi pajak Negara bagian serta local jika dapat diberlakukan. Informasi ini disiapkan dari file induk penggajian dan biasanya dibuat oleh koputer.
SPT pajak penghasilan. Adalah formulir yang diserahkan ke unit pemerintah local, Negara bagian, dan federal untuk menunjukkan pembayaran pajak yang dipotong dan pajak perusahaan. Sifat dan tanggal jatuh tempo formulir tersebut bervariasi tergantung pada jenis pajaknya. Formulir trsebut disiapkan dari informasi yang ada pada induk file penggajian dan biasanya dibuat oleh computer.pembayaran pemotongan pajak federal dan jaminan social akan jatuh tempo secara setengah mingguan atau bulanan, tergantung pada julah pemotongan pajaknya.sebagian besar pajak pengangguran negaara bagian jatuh tempo secara kuartalan.

METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI
Pengendalian internal untuk penggajian biasanya sangan tersruktur  dan terkendali dengan baik untuk mengelola pengeluaran kas, meminimalkan keluhandan ketidak puasan para karyawan, serta miminimalkan kecurangan penggajian. Cek gaji dan semua jurnal yang terkait serta catatan penggajian biasanya diproses oleh computer. Karena perihal pembayaran gaji relative umum dari perusahaan keperusahaan,maka harus tersedia system computer yang berkualitas tinggi.
Karena memproses penggajian serupa pada sebagian besar organisasi, dan program harus dimodifikasi setiap tahun terhadap perubahan skedul pemotongan pajak,umumnyaperusahaan menggunakan jasa penggajian dari luar untuk pemproses penggajian. Auditor  juga dapat mengandalkan pada pengendalian internal organisasi jasa. Hal ini bias diterima jika auditor organisasi jasa menerbitkan laporan ( yang sering kali disebut sebagailaporan SAS 70 ) Mengenai pengendalian internal organisasi jasa.
Walaupun pengujian pengendalian dan pengujian substantive atatransaksi merupakan bagian yang paling penting dalam menguji penggajian, pengujian dalam bidang ini biasanya tidak bersifat ekstensif. Banyak audit menghadapi riiko salah saji yang material yang rendah atau minimal, wlaupun penggajian sering kali menjadi bagian yang signifikan dari total beban. Ada tiga alas an atas hal ini :
  1. Karyawan kemungkinan besar akan mengajkan keluhan kepada manajemen jika mereka dibayar terlalu rendah.
  2. Semua transaksi penggajian tipikal seragam dan tidak rumit
  3. Trnsaksi penggajian merupakan subjek audit pemerintah Negara bagian dan federal menyangkut pemotongan pajak penghasilan, jaminan social, dan pajak pegangguran.
Untuk pengujian transaksi penjualan dan penerimaan kas, pengendalian internal, pengujianpengendalian, dan pengujian substantive atas transaksi  bagi setiap tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi  diikhtisarkan.
  • Pengendalian internal bervariasi dari perusahaan keperusahaan. Karena itu, auditor harus mengidentifikasi pengendalian, defisiensi yang signifikan, dan kelemahan yang merial untuk setiap organisasi.
  • Pengendalian yang akan digunakan oleh auditor untuk mengurangi peniaian risiko pengendalian harus diuji dengan pengujian pngendalian.
  • Jika klien merupakan sebuah perusahaan public, tingkat pemahaman pengendalian dan luas pengujian pengendalian harus mencukupi untuk menerbitkan opini tentang keefektifan pengendalian internal terhadap laporan keuangan.
  • Pengujian substantive atas transaksi berfariasi tergantung pada risikopengendalian yang dinilai dan pertimbangan audit lainnya, seperti pengaruh pengendalian terhadappersediaan.
  • Pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi akan digabungkan jika memungkinkan dan dilaksanakan dengan ara senyaman mungkin, dengan menggunakan programaudit format kinerja.
Pemisahan tugas yang memadai. Pemisahan tugas merupakan hal yang penting dalam sikluspenggajian dan personalia, terutama untuk mencegah pembayaran berlebihan danpembayaran kepada karyawan yang tidak ada atau fiktif. Fungsi penggajian harus tetap independen dari departemen sumber daya manusia,yang pengendalian aktivitas penggajian kunci, seperti menambahkan dan menghapus karyawan. Pemrosesan penggajian harus terpisah dari penyimpanan cek gaji yang telah ditandatangani.
Otorisasi yang tepat. Hanya departemen sumbe daya manusia yang boleh mengotorisasi untuk menambah dan menghapus karyawan dari daftar penggajian atau mengubah tingkat upah serta pemotongan. Jumlah jam kerja setiap karyawan, terutama lembur, harus diotorisasi leh penelia karyawan. Persetujuan dapat dibubuhkan pada semua kartu waktu atau dilakukan atas pengecualian hanya untuk jam lembur saja.
Dokumen dan catatan yang memadai. Dokumen dan atatan yang memadai tergantung pada sifat system penggajian . kartu waktu atau catatan memang diperlukan untuk karyawan perjam atau paruh waktu tetapi tidak untuk karyawan tetap. Untuk karyawan yang dibayarkan berdasarkan tingkat potongan atau system intensif lainnya, diperlukan catatan yang berbeda.
Pengendalian fisik terhadap aktiva dan catatan. Akses kecek gaji yang belum ditandatangani harus dibatasi. Cek harus ditandatangini  oleh karyawan yang bertanggung jawab, dan penggajian harus didistribusikan oleh seorang yang independen dari fungsi pengendalian dan pencatatan waktu. Setiap cek yang idak diklaim atau dicairkan harus dikembalikan untuk disetor ulang. Jika cek ditandatangani oleh mesin tandatangan , akses kemesin tersebut harus dibatasi.
Pengecekan yang independen atas kinerja. Penghitungan penggajian harus diverifikasi secara independen,termasuk perbandingan total batch dengan laporan ikhtisar. Seorang anggota manajemenatau karyawan lain yang bertanggung jawab harus mereview output penggajian untuk melihat salah saji atau jumlah yang tidak biasa. Jika tenagakerja manufaktur mempengaruhi peniaian persediaan atau  jika diperlukan untuk mengakumulasi buaya berdasarkan pekerjaan, akan dibutuhkan pengendalian yang memadai untuk memverifikasi pembebanan yang tepat.
Penyipan formulir pajak penggjian.  Ebagai bagian dari pemahaman atas pengendalian internal, auditor haru mereviewpenghasilan dari setidaknya salah saji stu jenis formulir pajak penggajian yang merupakan tanggung jawab klien. Potensi kewajiban berupa pajak yangbelum dibayar, denda, dan bunga akan muncul jika klien lalai menyiapkan formulir pajaksecara benar. Formulir pajak penggajian adalah untuk pajak seperti pajak penghasilan pemerintah federal dan pemotongan pajak FICA, pemotongan pajak pemerintah bagian dan kota, serta pajak pengangguran pemerintah federal dan Negara again.
Pembayaran potogan pajak penggajian dan pemotongan lainya secara tepat waktu. Auditor harus menguji apakah klien telah memenuhi kewajiban hukmnya untuk menyerahkan pembayaran semua pemotongan pajak penggajiansebagai bagian dari pengujian penggajian walaupun pembayaran biasanya dilakukan dari pengeluaran kas umum.
Hubungan antara penggajian dan penilaian persediaan. Jika penggajian merupakan bagian yang signifikan dari persediaan, yang merupakan hal yang umum agi perusahaan manufaktur dan konstruksi, klasifikasi akun penggajianyang tidak tepat dapat mempengaruhipenilaian aktiva material  untuk akun akun seperti barang dalam proses, barang jadi, atau konstruksidalam proses.
Pengujian atas karyawan yang tidak ada.mengeluarkan cek gaji kepadaindividu yang tidak bekerja lagi untuk perusahaan (karyawan yang tidak ada ) seringkali diakibatkan oleh masih dibayarnya cek karyawan padahaldia sudah berhenti bekerja. Biasanya orang yang melakukan jenis penggelapan ini adalah klerk penggajian, mandor, rekan karyawan, atau mungkin mantan karyawan itu sendiri. Untuk mendeteksi penggelapan, auditor dapat membandingkan nama pada cek yang dibatalkan dengankartu waktu dan catatan lainnya ntuk mengetahui tanda tangan yang diotorisasi dan kelayakan odorsemen. Memeriksa cek yang telah dicatat sebagai tidak berlaku juga dapat dilakukan untuk memastikan bahwa cek tersebut tidak disalah gunakan.  Untuk menguji karyawan yang tidak ada, auditor dapat menelusuri transaksi yang dicatat dalam jurnal penggaian kedepartemen sumber daya manusia untuk menentukan apakah karyawan telah benar benar bekerja selama periode penggajian. Prosedur yang menguji apakah karyawan yang telah berhenti ditandatangani dengan layak adalah memilih beberapa file karyawan yang telah berhenti itu pada tahun berjalandari catatan personalia untuk menentukan apakah masing masing menerima pesangon yang konsisten dengan kebijakan perusahaan.
Pengujian atas kecurangan waktu.kecurangan waktu terjadi apabila seorang karyawan melaporkan waktu lebih banyak dari yang sebenarnya dikerjakan. Karena kurangnya bukti yang tersedia, biasanya sulit bagi auditor untuk mengungkapkan kecurangan waktu. Salah satu prosdurnya adalah merekonsilisasi total jam yang dibayar menurut catatan penggajian dengan catatanjam kerja yang indepeden, seperti yang seringkali diselenggarakan oleh pengendalian produksi.
        Auditor menilai risiko pengendalian dan pelaksanaan pengujian pengendalian serta pengujiansubstantif atas transaksi. Setelah menyelesaikan pengujian tersebut dan menilai kemungkinan salahsaji akunlaporan keuangan dalam siklus penggajian dan personalia, auditor akanmengikuti metodologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo.
Selain potensi kecurangan, risiko inheren umumnya juga rendah bagi semua tujuan audit yang berkaitan dengan saldo.jika sebagian besr transaksi melibatkan kas, ada risiko inheren berupa kecurangan penggajian. Karena itu, auditor seringkali mempertimbangkan pentingnya tujuan audit yan berkaitan dengan tranaksi keterjadian.
Verifikasi akun kewajiban yang berkaitan dengan penggajian, yang seringkali disebut dengan beban penggjian akrual (accured payroll expenses), biasanya bersifat langsung jika pengendalian internal telah beroperasi secara efektif. Jika auditor merasa puas bahwa transaksi penggajian telah dicatat dengan benar dalam jurnalpenggajian dan formulir pajak penggajian terkait telah dipersiapkan secara akurat serta pajak dibayar tepat waktu, pengujian atas rincian saldo tidak akan menghabiskan banyak waktu.
Ada dua tujuan audit yang berkaitan dengan saldo yang utama dalam menguji kewajiban penggajian adalah :
  1. Akrual dalamneraca saldo telah dinyatakan pada jumlah yang benar (keakuratan)
  2. Transaksi dalam siklus penggajian dan personalia telah dicatat dengan benar (pisah batas)
Jumlah potongan gaji karyawan. Pajak penggajian yang dipotong tetapi belum dibayar kepada pemerintah dapat diuji dengan membandingkan saldonya dengan jumlah penggajian, formulir pajak penggajian yang dibuat pada periode selanjutnya, dan pengeluaran kas periode selanjutnya.pos pos yang dipotong  lainnya seperti tabunganpensiun, iuran serikat pekerja, obligasi tabungan dan asuransi dapat diverifikasi dengan cara yang sama. Jika pengendalian internalsudah beroperasi secara efektif, pisah batas dengan keakuratan dapat dengan mudah diuji pada saat yang bersamaan dengan prosedur tersebut.
Gaji dan upah akrual. Gaji dan upah akrual terjadi setiap kali karyawan belum menerima upah yang menjadi haknya selama beberapa hari atau jam kerja terkhir hingga periode selanjutnya. Biasanya gaji personil akan diberian semuanya kcuali lembur pada hari terekhir bulan tersebut, sementara upah karyawan per jam selama beberapa hari sering kali beluam akan dibayarkan pada akhir tahun.
Komisi akrual.konsep yang sama yang diterapkan dalam memverifikasi gaji dan upah akrual juga dapat diterapkan dalam komisi akrual, meskipun akrual ini pada umumnya lebih sulit diverifikasi karena perusahaan sering kali memiliki beberapa jenis perjanjian yang berbeda dengan wiraniaga dan karyawan dengankomisi lainnya.
Bonus akrual. Pada banyak prusahaan, bonus akhir tahun yang dibayar kepada para pejabat dan karyawan merupakan pos yang sangat besar sehingga kelalaian untuk mencatatnya akan menimbulkan salah saji yang material. Verifikasi atas akrual yang tercatat biasanya dapat dicapai dengan membandingkannya dengan jumlah yang diotorisasi pada risalahrapat dewan direksi.
Pembayaran cuti libur, cuti sakit, atau tunjangan akrual lainnya. Akrual dari kewajiban kewajiban tersebut yang relative konsisten dengan tahun sebelumnya merupkan pertimbangan yang paling penting ketika mengevaluasi kewajaran jumlahnya. Kebijakanperusahaan untuk mencatat kewajibannya harus ditentukan pertama kali, baru kemudian harus dicatat harus dihitung ulang.
Pajak penggajian akrual. Pajak penggajian seperti FICA dan pajak pengangguran Negara bagian federal, dapat diverifikasi dengan memeriksa fprmulir pajak yang disiapkan pada periode selanjutnya untuk menentukanjumlah yang sudah harus dicatat sebagai kewajiban pada tanggal neraca.
Penggajian atas rincian saldo untuk akun beban.beberapa akun pada aporan laba rugi dipengaruhi oleh transaksi penggajian. Disini pos yang paling penting adalah gaji dan bonus pejabat, gaji kotor, gaji dan komisi penjualan, serta tenaga kerja manufaktur langsung. Seringkali iaya dapat dipecah lebih lanjut menurut devisi, produk, atau cabang.
Konpensasi pejabat.  Auditor harus memverifikasi apakah total kompensasi pejabat merupakan jumlah yang diotorisasi oleh dewan direksi, karena gaji dan bonusnya harus dimasukkan dalam laporan K-10 SEC, dan SPT pajak penghasilan federal. Verifikasi konfensasi pajak juga dijamin karena beberapa individu mungkin saja mampu membayardirinya sendiri dngan jumlah yang lebih besar dari jumlah yang diotorisasi. Pengujian audit yang biasa adalah untuk memperoleh gaji setiap pejabat yang  diotorisasi dari risalah rapat dewan direksi dan membandingkannya dengan catatan pendapatan yang terhubung.
Komisi. Auditor dapat memverifikasi beban komisi  dengan relative mudah jika tingkat komisi sama untuk setiap jenis penjualan daninformasi penjualan yang diperlukan tersedia dalam catatan akuntansi.beban koisi total dapat diverifikasi dengan mengendalikan tingkat komisi untuk setiap jenispenjualan dengan jumlah penjualan dalam kategoro tersebut. Jika informasi yang diinginkan tidak tersedia, mungkin  perlu untuk menguji pembayaran komisi tahunan atau  bulanan untuk tenaga penjualan terpilih dan menelusuri total pembayaran komisi.
Beban pajak penggajian. Beban pajak penggajian untuk tahun berjalan dapat diuji dengan merekonsiliasi total penggajian disetiap formulir pajak penggajian dengan total penggajian dngan seluruh tahun. Total pajak penggajian kemudian dapat dihitung ulang dengan mengalikan tingkat yang sesuai dengan penggajian yang dikenakan pajak. Perhitungan tersebut seringkali menghaiskan waktu karena pajak biasanya hanya diterapkan pada suatu bagian dari penggaian dan tingkat tersebut mungkin berubah ditengah tengah tahun jika laporan keuangan tidak mengikuti dasar tahun kalender.
Total penggajian. Penggajian yang berhubunganerat dengan pengujian pajak penggajian adalah rekonsilisasi total beban penggajian dalam buku besar umum dengan SPT  pajak penggajian dan formulir W-2. Tujuan dari pengujian tersebut adalah untuk menentukan apakah transaksi penggajian dibebankan ke akun non penggajian atau sama sekali tidak dicatat dalam jurnal penggajian.
Tenaga kerja kontrak. Untuk mengurangi biaya, banyak organisasi melakukan kontrak dengan organisasi luar untuk menyediakan staf. Individu yang menyediakan jasa dipekerjakan oleh organisasi luar. Perusahaan seringkali melakukan kontrak dengan perusahaan jasa teknologi informasi untuk menangani manajemen teknologi informasi perusahaan dan fungsi staf. Biaya yang dibayarkan ke organisasi luar diuji dengan membandingkan jumlahdengan kesepakatan kontrak yang ditandatangani antara perusahaan dan erusahaan jasa luar.
Tujuan penyajian dan pengungkapan. Pengungkapan yang diperlukan untuk transaksi siklus penggajian dan personalia tidaklah dalam. Akan tetapi, beberapa transaksi yang kompleks, seperti obsi saham dan rencana konpensasi pejabat eksekutif lainnya mungkin memerlukan pengungkapan catatan kaki.








Tabel 18-3 : prosedur analitis untuk siklus penggajian dan personalia
Prosedur analitis
Salah saji yang mungkin
Membandingkan saldo akun beban penggajian dengan tahun tahun sebelumnya (disesuaikan dengan tingkat kenaikan upah dankenaikan volume)
Salah saji akun beban penggajian
Membandingkan tenaga kerja langsung sebagai persentase daripenjualan dengan tahun taun sebelumnya
Salah saji tenaga kerjalangsung dan persediaan
Mebandingkan beban komisi sebagai persentase dari penjualan dengan tahun tahun sebelumnya
Salah saji beban komisi dan kewajiban komisi
Membandingkan beban pajak penggajian sebagai persentase dari gaji dan upah dengan tahun tahun sebelumnya ( disesuaikan dengan perubahan tariff pajak)
Salah saji beban pajak penggajian dankewajiban pajak penggajian
Membandingkan akun pajak penggajian dengan tahun tahun sebelumnya
Salah saji pajak penggajian akrual danbeban pajak penggajian.


















BAB III
PENUTUP
  1. KESIMPULAN
Bab ini menggambarkan audit tentang siklus penggajian dan personalia. Dalam siklus penggajian dan personalia serta jenis pengujian audit yang digunakan untuk mengaudit akun akun tersebut. Pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi ditekankan karena signifikan dari transaksi karena kualitas pengendalian yang tinggi di sebagian perusahaan. Pengujian atas rincian saldo umumnya terbatas pada prosedur analitis dan verifikasi kewajiban akrual yang berhubungan dengan penggajian.Pengujian pengendalian merupakan pengujian yang dilaksanakan terhadap rancangan pelaksanaan suatu kebijakan atau prosedur struktur pengendalian internal. Pengujian pengendalian ini, dilaksanakan auditor untuk menilai efektifitas kebijakan atau prosedur pengendalian untuk mendeteksi dan mencegah salah saji  materil dalam suatu asersi laporan keuangan. pengujian pengendalian terhadap siklus jasa personel. Siklus ini terdiri dari dua system informasi akuntansi: sistem informasi  akuntansi penggakian dan system informasi akuntansi pengupahan. System informasi akuntansi penggajian digunakan untuk melaksanakan perhitungan, pembayaran, dan pencatatan gaji bagi karyawam yang dibayar tetap bulanan.
Siklus personalia suatu perusahaan meliputi kejadian-kejadian dan kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan pemberian kompensasi kepada pimpinan dan pegawai perusahaan. Jenis-jenis kompensasi ini meliputi gaji, upah per jam, dan insetif, komisi, bonus, opsi saham, dan tunjangan karyawan. Siklus personalia berkaitan dengan dua siklus lain.












DAFTAR PUSTAKA’
Mulyadi.2002.Auditing.Edisi Keenam.Jakarta:Salemba Empat
Randol J. ELDER. 2011. Audit Dan Jasa Assurance Jilid 2 , Jakarta : ERLANGGA
Drs.Abdul halim